Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)

Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang (1981). TOPSIS menggunakan prinsip bahwa alternatif yang terpilih harus mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif dari sudut pandang geometris dengan menggunakan jarak Euclidean untuk menentukan kedekatan relatif dari suatu alternatif dengan solusi optimal. Continue reading

Perangkat Lunak WinQSB

WinQSBProgram WinQSB memiliki 19 modul yang sudah sangat populer di dalam dunia manajemen, sehingga saat ini merupakan program pendukung keputusan (decision support systems) paling lengkap yang tersedia disini. Beberapa modul tersebut di antaranya adalah linear programming dengan berbagai variasinya (mulai dari yang linear dan nonlinear, hingga yang integer dan kuadratik), analisis jaringan (ada network modeling, dynamic programming, PERT/CPM), teori antrian (queuing analysis dan queuing system simulation), teori persediaan (termasuk MRP atau material requirements planning), penjadwalan produksi, hingga ke penentuan lokasi bangunan atau departemen yang optimal, sehingga tidak timbul pemborosan.
Dilihat dari topiknya, program WinQSB sangat cocok digunakan untuk melengkapi alat analisis pada mata kuliah Riset Operasi (Operation Research), Manajemen Kuantitatif untuk Pengambilan Keputusan, Teknik Manajemen Kuantitatif, Management Science, Teori Pengambilan Keputusan, dan mata kuliah sejenis. Buku ini juga dapat dijadikan buku panduan praktikum mengenai analisis kuantitatif untuk manajemen. Saat ini, mata kuliah tersebut masih banyak diajarkan secara manual, sehingga menghabiskan waktu. Dengan program WinQSB, proses perkuliahan menjadi lebih menarik dan lebih berkualitas.

Download

Metode-Metode Sistem Pendukung Keputusan (Multiple Attribute Decision Making – MADM)

Metode Sistem Pendukung Keputusan
Multiple Attribute Decision Making (MADM) or Multiple-criteria decision-making (MCDM) or multiple-criteria decision analysis (MCDA)
Terdiri Dari:

  1. Simple Additive Weighting Method (SAW Method)
  2. Weighted Product Method (WP Method)
  3. ELECTRE
  4. Technique for Order by Similarity to Ideal Solution Method (TOPSIS Method)
  5. Analytic Hierarchy Process Method (AHP Method)
  6. Multi-Objective Optimization on the basis of Ratio
    Analysis (MOORA Method) (2006)
  7. A New Additive Ratio Assessment (ARAS) (2008)
  8. Simple Multi Attribute Rating Technique Method (SMART Method)
  9. Profile Matching Method (PM Method)
  10. PROMETHEE Method
  11. Utilities Theory Additives Method (UTA Method)
  12. Multi Attribute Utility Theory (MAUT)
  13. TAGUCHI

 

Di dalam Jurnal  INFORMATICA, 2012, Vol. 23, No. 1, 1–25 1 © 2012 Vilnius University,
menjelaskan tentang jenis-jenis Method for Multi-Objective Optimization  (MODM)

Download Jurnalnya “Robustness of MULTIMOORA: A Method for Multi-Objective Optimization” Klik PDF 1 atau PDF 2

Sumber:

  1. http://www.facebook.com/groups/41Senju
  2. http://www.mii.lt/informatica/pdf/INFO849.pdf

MATERI  PENJELASAN  SETIAP METODE SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang (1981). TOPSIS menggunakan prinsip bahwa alternatif yang terpilih harus mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif dari sudut pandang geometris dengan menggunakan jarak Euclidean untuk menentukan kedekatan relatif dari suatu alternatif dengan solusi optimal. Klik Baca Selanjutnya.

Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah teknik untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang bertujuan untuk menentukan pilihan terbaik dari beberapa alternatif yang dapat diambil. AHP dikembangkan oleh Thomas L.Saaty pada tahun 1970-an, dan telah mengalami banyak perbaikan dan pengembangan hingga saat ini. Kelebihan AHP adalah dapat memberikan kerangka yang komprehensif dan rasional dalam menstrukturkan permasalahan pengambilan keputusan. Gambaran umum dari proses AHP dapat dilihat pada gambar berikut;

953px-AHPHierarchy3.02

Tahapan pertama dari AHP adalah Structuring, yaitu menstrukturkan alur pengambilan keputusan berdasarkan dua komponen utama; Klik Baca Selanjutnya.

Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART) merupakan metode pengambilan keputusan yang multiatribut yang dikembangkan oleh Edward pada tahun 1977.

Metode SAW Pada Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Metode SAW singkatan dari kata “Simple Additive Weight”. Metode SAW merupakan salah satu metode “Multiple Attribute Decision Making (MADM)”.

Metode Simple Additive Weighting (SAW) sering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut (Fishburn, 1967)(MacCrimmon, 1968)

Proses Kerja Metode SAW:

  1. Menentukan Kriteria-kriteria untuk pemilihan beberapa alternatif
  2. Menentukan nilai bobot (W) untuk masing-masing kriteria (K).
  3. Menentukan Nilai Normalisasi Matriks ‘X’ (Rij)
  4. Menentukan Nilai Perferensi (Vi)

Rumus untuk Normalisasi Matriks (Rij)

blg

dengan nilai R ij adalah nilai rating kinerja ternormalisasi dari alternatif i pada atribute j ;
i = 1,2,3,…m dan j = 1,2,3,…n.

Rumus Menentukan Nilai Perferensi (Vi)

d

Nilai Vi yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif Ai lebih terpilih.
W : Bobot (Kriteria)
R : Nilai dari setiap peserta untuk tiap kriteria

Dengan kata lain antara bobot kriteria (w) dikalikan dengan semua nilai tiap peserta (r) untuk tiap kriteria dan dijumlahkan.

Contoh Kasus 1: