Metode-Metode Sistem Pendukung Keputusan (Multiple Attribute Decision Making – MADM)

Metode Sistem Pendukung Keputusan
Multiple Attribute Decision Making (MADM) or Multiple-criteria decision-making (MCDM) or multiple-criteria decision analysis (MCDA)
Terdiri Dari:

  1. Simple Additive Weighting Method (SAW Method)
  2. Weighted Product Method (WP Method)
  3. ELECTRE
  4. Technique for Order by Similarity to Ideal Solution Method (TOPSIS Method)
  5. Analytic Hierarchy Process Method (AHP Method)
  6. Multi-Objective Optimization on the basis of Ratio
    Analysis (MOORA Method) (2006)
  7. A New Additive Ratio Assessment (ARAS) (2008)
  8. Simple Multi Attribute Rating Technique Method (SMART Method)
  9. Profile Matching Method (PM Method)
  10. PROMETHEE Method
  11. Utilities Theory Additives Method (UTA Method)
  12. Multi Attribute Utility Theory (MAUT)
  13. TAGUCHI

 

Di dalam Jurnal  INFORMATICA, 2012, Vol. 23, No. 1, 1–25 1 © 2012 Vilnius University,
menjelaskan tentang jenis-jenis Method for Multi-Objective Optimization  (MODM)

Download Jurnalnya “Robustness of MULTIMOORA: A Method for Multi-Objective Optimization” Klik PDF 1 atau PDF 2

Sumber:

  1. http://www.facebook.com/groups/41Senju
  2. http://www.mii.lt/informatica/pdf/INFO849.pdf

MATERI  PENJELASAN  SETIAP METODE SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang (1981). TOPSIS menggunakan prinsip bahwa alternatif yang terpilih harus mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif dari sudut pandang geometris dengan menggunakan jarak Euclidean untuk menentukan kedekatan relatif dari suatu alternatif dengan solusi optimal. Klik Baca Selanjutnya.

Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah teknik untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang bertujuan untuk menentukan pilihan terbaik dari beberapa alternatif yang dapat diambil. AHP dikembangkan oleh Thomas L.Saaty pada tahun 1970-an, dan telah mengalami banyak perbaikan dan pengembangan hingga saat ini. Kelebihan AHP adalah dapat memberikan kerangka yang komprehensif dan rasional dalam menstrukturkan permasalahan pengambilan keputusan. Gambaran umum dari proses AHP dapat dilihat pada gambar berikut;

953px-AHPHierarchy3.02

Tahapan pertama dari AHP adalah Structuring, yaitu menstrukturkan alur pengambilan keputusan berdasarkan dua komponen utama; Klik Baca Selanjutnya.

Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART) merupakan metode pengambilan keputusan yang multiatribut yang dikembangkan oleh Edward pada tahun 1977.

Metode SAW Pada Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Metode SAW singkatan dari kata “Simple Additive Weight”. Metode SAW merupakan salah satu metode “Multiple Attribute Decision Making (MADM)”.

Metode Simple Additive Weighting (SAW) sering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut (Fishburn, 1967)(MacCrimmon, 1968)

Proses Kerja Metode SAW:

  1. Menentukan Kriteria-kriteria untuk pemilihan beberapa alternatif
  2. Menentukan nilai bobot (W) untuk masing-masing kriteria (K).
  3. Menentukan Nilai Normalisasi Matriks ‘X’ (Rij)
  4. Menentukan Nilai Perferensi (Vi)

Rumus untuk Normalisasi Matriks (Rij)

blg

dengan nilai R ij adalah nilai rating kinerja ternormalisasi dari alternatif i pada atribute j ;
i = 1,2,3,…m dan j = 1,2,3,…n.

Rumus Menentukan Nilai Perferensi (Vi)

d

Nilai Vi yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif Ai lebih terpilih.
W : Bobot (Kriteria)
R : Nilai dari setiap peserta untuk tiap kriteria

Dengan kata lain antara bobot kriteria (w) dikalikan dengan semua nilai tiap peserta (r) untuk tiap kriteria dan dijumlahkan.

Contoh Kasus 1: