Contoh Program Aplikasi Pascal [Fungsi IF]

BERIKUT KODE PROGRAMNYA

program Warni_Buulolo;
uses crt;
var
KodeRute, JumlahPenumpang : integer;
Rute : String;
THargaTiket, HargaTiket : Real;

begin
clrscr;
writeln('===================================');
writeln('==== KODE INPUT ======');
writeln('===================================');

write(' Masukan Kode Rute : '); readln(KodeRute);
 write(' Masukan Jumlah Penumpang : '); readln(JumlahPenumpang);

if (KodeRute = 11) then
begin
 Rute := 'Medan - Jakarta';
 HargaTiket :=350000;
end
else if (KodeRute = 12) then
begin
 Rute := 'Cirebon - Cianjur';
 HargaTiket := 150000;
end
else if (KodeRute = 13) then
begin
 Rute := 'Pekan Baru - Padang';
 HargaTiket := 220000;
end;

THargaTiket := JumlahPenumpang * HargaTiket;
 writeln(' Total Harga Tiket :', THargaTiket:0:2);
writeln('===================================');
 writeln('');
 writeln(' Cetak Laporan ');
 writeln('');
 
writeln('===================================');
writeln('==== KODE OUTPUT ======');
writeln('===================================');

writeln(' Kode Rute : ', KodeRute);
 writeln(' Rute : ', Rute);
 writeln(' Harga Tiket : ', HargaTiket:0:2);
 writeln(' Jumlah Penumpang : ', JumlahPenumpang);
 writeln(' Total Harga Tiket : ', THargaTiket:0:2);
writeln('===================================');
readln;

end.

Continue reading

PASCAL : PENGGUNAAN KONDISI (IF)

Instruksi (kalimat) kondisional adalah instruksi yang dilakukan berdasarkan kondisi boolean tertentu. Instruksi ini adalah instruksi yang sangat penting, yang memungkinkan komputer untuk bias “berpikir” dengan mengambil aksi berdasarkan kondisi boolean tertentu.

IF Sederhana

Bentuk paling sederhana dari pernyataan kondisional dalam setiap bahasa adalah if – then. Contoh:

if (a>b) then writeln(“A lebih besar dari B”);

bagian setelah if disebut dengan bagian kondisi dan bagian setelah then adalah bagian aksi. Jika aksi lebih dari satu instruksi maka bisa dikelompokkan dalam blok begin end. Seperti ini:

if (a>b) then

begin

writeln(“Kesimpulan:”);

writeln(“A lebih besar dari B”);

end;

IF dengan ELSE

Selain if – then, ada bentuk kondisional lain yaitu if – then – else. Kita bisa mengubah instruksi

semacam ini:

if (a>b) then writeln(“A lebih besar dari B”);

if (a<=b) then writeln(“A kurang dari atau sama dengan B”);

menjadi:

if (a>b) then writeln(“A lebih besar dari B”) else (“A kurang dari atau sama dengan B”);

Bagian else akan dieksekusi jika bagian kondisi tidak dipenuhi, atau dengan kata lain, bagian else dieksekusi jika kondisi yang terjadi adalah komplemen dari kondisi di bagian if.

Perhatikan: untuk memperjelas program, sebaiknya semua instruksi if yang memiliki else ditulis dengan komentar setelah else (untuk menjelaskan kondisi apa yang ditangani oleh else kepada pembaca program) seperti ini:

if (a>b) then

begin

writeln(“A lebih besar dari B”);

end else (* a<= b *)

begin

(“A kurang dari atau sama dengan B”);

end;

IF untuk banyak kondisi

Instruksi if boleh digabung dengan banyak instruksi if menangani kondisi yang kompleks (banyak kondisi dan banyak aksi), seperti ini:

if (kondisi_1) then

begin

aksi1;

end

else if (kondisi_2) then

begin

aksi2;

end else (* kondisi 1 dan 2 tidak dipenuhi*)

begin

aksi_n;

end.

Case untuk banyak aksi

Selain IF, ada bentuk analisa kasus yang digunakan untuk menangani banyak kondisi yang ada dalam bentuk (a adalah suatu ekspresi yang menghasilkan tipe enumerasi, dan k1 .. kn adalah konstanta):

if (a = k1 ) then

begin

aksi1;

end else if (a = k2) then

begin

aksi2;

end else if (a=k3) then

begin

aksi3;

end else

begin

Aksi_n;

end;