Triangle Chain Cipher

Algoritma kriptografi triangle chain atau umumnya dikenal dengan sebutan rantai segitiga merupakan cipher yang ide awalnya dari algoritma kriptografi One Time Pad, yaitu kunci yang dibangkitkan secara random dan panjang kunci sepanjang plainteks yang dienkripsi. Penerapan algoritma rantai segitiga sangat berpengaruh dalam keamanan suatu file text (data). Proses penyandian yang dilakukan dalam algoritma rantai segitiga adalah cipher segitiga ganda yaitu cipher rantai segitiga yang melakukan enkripsi ganda, yaitu dengan membuat pola enkripsi pertama dengan mengerucut ke arah kanan dan enkripsi kedua mengerucut ke arah kiri. Adanya rancangan aplikasi dalam penyadian file text dengan algoritma rantai segitiga dapat meningkatkan keamanan pada file text (data). Continue reading

Advertisements

CONTOH KASUS PENGERJAAN ALGORITMA TRANSPOSISI ZIGZAG

Sekilas tentang Algoritma Transposisi Zig-zag, ide awal pembentukan Algoritma ini adalah Algoritma Transposisi Kolom (Columnar Transposition Cipher) dan Algoritma Transposisi Rail Fance Cipher.
Langkah-langkah Pengerjaan Zig-zag Cipher:

  1. Bentuk Bujursangkar (Array) untuk menampung banyaknya karakter plaintext.
    Contoh: Banyak karakter plaintext = 10 , maka format array untuk menampung plaintext = 3*4 atau 4*3.
  2. Tentukan Format Kunci Transposisi ( i ), i = urutan baris array
  3. Proses Enkripsi Transposisi dalam Algoritma Zig-zag dapat dilakukan dengan 2 cara, boleh dilakukan secara baris (Zig-zag Baris) dan juga secara kolom (Zig-zag Kolom), pilih salah satu.
    Jika kunci di variabel dengan “i” maka:
    *Jika Transposisi Zig-zag Baris maka proses enkripsi : (i , 1) (i+1, 2) (i , 3) (i+1 , 4) (i , 5)
    *Jik Transposisi Zig-zag Kolom maka proses enkripsi : (1, i) (2, i+1) (3 , i) (4 , i+1) (5 , i)

Continue reading

Playfair Cipher

Sandi Playfair ditemukan oleh ahli Fisika berkebangsaan Inggris bernama Sir Charles Wheatstone (1802 – 1875) namun dipromosikan oleh Baron Lyon Playfair (1819 – 1898) pada tahun 1854. Sandi Playfair pertama kali digunakan untuk tujuan-tujuan taktis oleh pasukan Inggris dalam Perang Boer II dan Perang Dunia I. Australia dan Jerman juga menggunakan sandi ini untuk tujuan yang sama dalam Perang Dunia II. Pada perkembangan selanjutnya, sandi ini tidak lagi digunakan oleh pasukan militer karena telah muncul berbagai perangkat enkripsi digital untuk menerjemahkannya. Continue reading

Algoritma RC2 (Ron’s Code / Rivest’s Cipher)

Pada tahun 1987 di Laboratorium Rsa, Ron Rivest menemukan suatu algoritma yang diberi nama RC2. RC itu sendiri merupakan singkatan dari Ron’s Code. Karena algoritma RC2 dapat diimplementasikan secara efisien pada perangkat lunak maka menjadikan algoritma RC2 populer untuk aplikasi internet antara lain digunakan sebagai standar WEP (Wired Equivalent Privacy), WPA (Wifi Protected Acces) dan TLS (Transport Layer Protocol). RC2 juga diimplementasikan pada protokol SSL (Source Socket Layer) yaitu sebuah protokol untuk memproteksi trafik intenet.
Continue reading

Algoritma Kriptografi – Zig-zag Cipher

Zig-zag Cipher (ZzC) adalah algoritma penyandian pesan yang menggunakan model transposisi, model enkripsi dan dekripsi Zig-zag Cipher hampir mirip-mirip seperti algoritma transposisi lainnya yaitu Rail Fence Cipher (RFC).

 

Contoh, Saya akan melakukan penyandian terhadap

 

Plaintext: SELAMAT DATANG HONDRO DI BUDIDARMA

dengan menggunakan Kunci Enkripsi = 3 dan Offset = 0 (artinya dalam 3 baris dimulai dari baris ke-0 atau awal atau paling atas)

Continue reading

Algoritma Kriptografi – Rail Fence Cipher (RFC)

Rail Fence Cipher (RFC) adalah algoritma klasik model algoritma transposisi, Cipher (Algoritma) ini hampir mirip sistem kerjanya dengan Zig-zag Cipher.
Rail Fence Cipher menggunakan teknik perubahan posisi berdasarkan tingkatan, dimana nilai tingkatan disebut kunci enkripsi dan dekripsi dalam algoritma ini. Continue reading