Kriptografi vs Steganografi

Keamanan menjadi faktor penting dalam proses pengiriman informasi melalui jaringan internet. Jika hal tersebut diabaikan, maka informasi tersebut dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Jika informasi tersebut digunakan untuk tujuan yang tidak semestinya, maka tentu saja hal ini akan merugikan baik bagi pengirim maupun penerima informasi. Untuk itu, para ahli teknologi informasi mengembangkan metode-metode yang dapat menjamin keamanan tersebut. Kriptografi dan Steganografi merupakan teknik pengamanan informasi. Kriptografi akan menyamarkan informasi yang dikirim menjadi tidak bermakna, misalkan seseorang yang ingin mengirim informasi kepada seseorang dengan kata “jual” pada proses pengiriman kata tersebut akan disamarkan menjadi sesuatu yang tidak bermakna misalkan “?%&#”. Sedangkan steganografi tidak akan menyamarkan informasi, kata “jual” pada proses pengiriman kata tersebut tidak mengalami perubahaan.

Informasi yang belum disamarkan disebut sebagai plaintext atau cleartext jadi kata jual adalah plaintext. Teknik untuk membuat informasi menjadi tidak bermakna disebut enkripsi. Informasi yang tidak bermakna disebut ciphertext, sehingga “?%&#” adalah sebagai ciphertext dari kata jual. Proses yang merupakan kebalikan dari enkripsi disebut dekripsi. Jadi dekripsi akan membuat ciphertext menjadi plaintext.

Seni dan ilmu untuk menjaga keamanan informasi disebut sebagai kriptografi. Dan ahlinya disebut sebagai crypthographer. Cryptanalyst merupakan orang yang melakukan cryptanalysis, yaitu seni dan ilmu untuk memecahkan ciphertext menjadi plaintext tanpa melalui cara yang seharusnya (dekripsi). Jadi, Cryptanalisis merupakan kebalikan dari kriptografi. Cabang matematika yang mencakup kriptografi dan cryptanalysis disebut cryptologi dan pelakunya disebut cryptologists. Cryptologists modern biasanya dilatih dengan matematika teori yang harus dikuasai. Suatu kriptosistem adalah algoritma kriptografi, ditambah seluruh kemungkinan plaintext, ciphertext, dan kunci-kuncinya.

Tujuan dari ilmu kriptografi adalah (1) Kerahasiaan, adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi dari informasi dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas, (2) Integritas data, adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara tidak sah. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara lain menyangkut penyisipan, penghapusan, dan pensubtitusian data lain ke dalam data yang sebenarnya (3) Autentikasi, adalah berhubungan dengan identifikasi, baik secara kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dan lain-lain, (4) Non-repudiasi, yang berarti begitu informasi terkirim, maka tidak akan dapat dibatalkan.

Dengan teknik Kriptografi akan menimbulkan kecurigaan pihak ketiga bahwa informasi yang dikirimkan adalah rahasia atau penting, sedangkan steganografi tidak menimbulkan kecurigan pihak ketiga hal ini karena informasi bermakna. Steganografi adalah ilmu pengetahuan dan seni dalam menyembunyikan informasi. Suatu sistem steganografi sedemikian rupa menyembunyikan isi suatu informasi di dalam suatu media yang tidak dapat di duga oleh orang biasa sehingga tidak membangunkan suatu kecurigaan kepada orang yang melihatnya. Media untuk menyembunyikan informasi adalah (1) Format image diantaranya bitmap (bmp) , gif, pcx, dan jpeg (2) Format audio antara lain wav, mp3, voc (3) Format lain misalkan teks file, doc, html dan pdf. Tujuan dari steganografi adalah merahasiakan atau menyembunyikan keberadaan dari sebuah informasi. Pada prakteknya media yang sudah disisipkan informasi dengan media yang belum disisipkan informasi akan tampak sama kalau dilihat secara visual jika medianya adalah image, sedangkan jika medianya adalah audio akan terdengar sama antara media yang sudah disisipkan informasi dengan media yang belum disisipkan informasi walaupun sebenarnya dalam media tersebut ada informasi yang disembunyikan. Salah satu metode dalam steganografi adalah PVD (pixel value differencing), LSB, Dll.

Refrensi:
[1] ITB Informatika
[2] Rinaldi Munir
[3] Binus University

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s